• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 17.00
  • Status Order
  • Tlp: 085224900575
  • SMS/WA: 085224900575
  • admin@pupukorganiknasa.com
Terpopuler:

Pangan Pengganti Beras

14 May 2018 - Kategori Blog

Pangan Pengganti Beras – Di trisemester awal tahun 2007 ini indonesia diramaikan dengan berita yang menghebohkan yaitu kenaikan harga beras dan import beras dari negara tetangga. Beras memang menjadi komoditas utama, selain berfungsi sebagai bahan makanan pokok sebagian besar (hampir) seluruh masyarakat di indonesia, juga menjadi simbol status sosial (gengsi).

Menyikapi kejadian di atas, salah satu solusi yang dapat kita tempuh adalah dengan mencontoh kearifan budaya lokal di indonesia yang sudah sedikit bergeser, yaitu dengan diversifikasi pangan. indonesia terkenal subur dan memiliki berbagai hasil komoditas bahan makanan ( beras , jagung, ketela/singkong, ubi, sagu, dll) yang fungsinya dapat saling menggantikan antara satu dengan yang lain.

Misalnya, 100 gram nasi memiliki kandungan energi 175 K Kalori, 40 gram Karbohidrat dan 4 gram protein. Kandungan ini hampir setara dengan 100 gram nasi jagung, 200 gram kentang, 100 gram singkong, 40 gram tepung singkong, 150 gram ubi, dan 40 gram tepung sagu (Daftar Bahan Makanan Penukar I). Selain itu survey di lapangan juga menunjukkan harga per kilogram relatif lebih murah dibanding harga beras.

Beberapa jenis sumber bahan makanan kandungan proteinnya kurang memadai, sehingga pola gizi seimbang sangat dianjurkan untuk menutupi kekurangan satu atau beberapa zat gizi seimbang sangat dianjurkan untuk menutupi kekurangan satu atau beberapa zat gizi. PT. Natural Nusantara memiliki SerbukBeras Merah Natural (SBMN) dan AMNE. SBMN berfungsi sebagai suplemen (pelengkap) makanan pokok dan AMNE mengandung asam amino pembentuk protein. Konsumsi secara rutin setiap hari dapat membantu melengkapi kekurangan zat gizi pada upaya diversifikasi sumber bahan makanan pokok.

Ternyata banyak sekali bahan makanan yang dapat berfungsi untuk menggantikan peran beras . Sehat dan lebih ekonomis, jadi kenapa kita harus gengsi ?